Wash your hand!

Mencuci tangan merupakan suatu kebiasaan yang baik. Akan tetapi, seringkali kita melupakan kebiasaan ini. Padahal kebiasaan cuci tangan sudah dibiasakan sejak kita kecil. Cuci tangan sebelum makan, cuci tangan setelah dari kamar mandi dan masih banyak lagi. Ternyata dengan mencuci tangan kita bisa mencegah banyak sekali penyakit. Mengapa tangan? karena kita melakukan banyak hal dengan menggunakan tangan. Menulis, mengetik, dan membuang sampah sampai makan kita menggunakan tangan kita. Dengan begitu, otomatis akan banyak sekali kuman-kuman yang menempel pada tangan kita. Dan apabila kita tidak mencuci tangan maka kuman-kuman tersebut akan masuk kedalam tubuh saat kita makan, saat kita mengucek mata dan sebagainya. Makan hanya salah satu contoh bagaimana kuman masuk kedalam tubuh kita. Masih banyak cara-cara yang lain yang membuat kuman dapat masuk kedalam tubuh kita. Dan ternyata 80% dari penyakit infeksius ditularkan lewat sentuhan (sumber). Hal yang cukup luar biasa bukan?. Kita tidak mungkin membuat tangan kita menjadi tangan yang steril. Artinya benar-benar tidak terdapat kuman pada tangan kita, tetapi kita dapat menurunkan jumlah kuman yang ada di tangan kita hingga ke level yang tidak membuat diri kita menjadi sakit. Salah satunya tentu dengan cuci tangan.

Baca Selengkapnya

Agroterrorism

Menurut wikipedia agroterrorism adalah penyalah gunaan penyakit agen penyakit hewan atau tanaman yang dapat menybabkan kerusakan pada sektor pertanian.

Terror = Rasa takut

Selama ini kita sudah sering mendengar aksi teror. Aksi yang membuat masyarakat mengalami keresahan dan kepanikan luar biasa. Tujuan dari teror sendiri adalah untuk membuat masyarakat merasa takut. Karena tujuannya adalah menciptakan rasa takut seringkali cara yang digunakan adalah cara yang tidak lazim, salah satunya adalah agroterrorism.

Baca Selengkapnya

Bahaya Pangan dari Spesific Risk Material (SRM)

Apa itu SRM?

SRM (Spesified Risk Material) adalah salah satu kontrol untuk mengendalikan penularan BSE pada manusia. Yang termasuk dalam SRM adalah jarinan tubuh sampi, domba atau kambing yang tidak boleh dikonsumsi oleh manusia karena banyak mengandung agen penyebab BSE pada sapi, domba atau kambing yang terserang BSE.

Baca Selengkapnya

Pullorum pada Unggas

Penyakit Pullorum pada unggas disebabkan oleh bakteri Salmonella pullorum. Salmonella pullorum termasuk bakteri berbentuk batang atau kapsul, gram negatif, non-motil dan tidak membentuk spora. Bakteri ini dapat bertahan pada iklim normal sampai beberapa bulan, tetapi dapat dapat dimusnahkan dengan desinfektan normal. Biasanya penyakit ini mempunyai tingkat mortalitas yang sangat tinggi, mencapai 100% pada anak ayam dan anak kalkun. Penyakit ini biasanya hanya menyebabkan kematian pada anak ayam umur 3 minggu. Kadang-kadang penyakit ini juga menyerang ayam dewasa, biasanya pada ayam layer dengan cangkang telur cokelat.

Baca Selengkapnya

Sapi Gila atau BSE (Bovine Spongiform Encephalopathy)

BSE (Bovine Spongiform Encephalopathy) atau disebut juga Mad Cow atau sapi gila merupakan penyakit yang bersifat progressif, fatal, neurologic pada sapi dewasa. BSE disebabkan oleh agen penyakit yang disebut prion. Prion merupakan protein yang mengalami pelipatan yang abnormal. Secara sederhana prion sebenarnya protein yang abnormal. Penyakit BSE ini dikelompokkan dalam satu kelompok dengan penyakit Creutzfeldt-Jakob Disease (CJD) pada manusia dan Scrapie pada domba dan kambing yang biasanya disebut Transmissible Spongiform Encephalopathies (TSEs). Secara eksperimental, BSE dapat ditransmisikan ke mencit, domba, babi, sapi, monyet, mink, dan marmoset. BSE pertama kali didiagnosa di Britania Raya pada tahun 1986 dengan temuan pada preparat histopatologi pada otak yang terinfeksi. Diduga penyebab adanya prion ini adalah penggunaan meat bone meal pada pakan sapi.

Baca Selengkapnya