Ujian Blog

Jika kita hanya konsisten tanpa evaluasi, bisa jadi kita konsisten melakukan hal yang kurang tepat.

Saya pernah berpikir jika kesulitan dalam memelihara blog hanya terletak pada produksi konten. Selama kita tidak bertemu writer block maka kita tidak akan pernah kesulitan. Terhitung sudah 8 tahun saya mempunyai blog. Dari awalnya blog free hosting di wordpress hingga akhirnya di tahun 2017 saya memulai untuk pindah ke hosting berbayar. Dan ternyata hidup tidak bisa kita tebak. Ternyata kita tidak selalu punya uang bahkan untuk sekedar memperpanjang sewa hosting. Itulah yang saya alami. Bukkan hanya tidak punya uang, tetapi juga tidak konsisten dalam menulis blog.

Biaya yang dikeluarkan untuk sewa hosting

Kalau ngomongin biaya yang dikeluarkan untuk sewa hosting sebenarna sangat bervariasi. Tergantung providernya. Yang pasti di dalam hal sewa hosting ini pepatah “ada harga ada kualitas” sangat relevan. Anda mungkin bisa mendapatkan hosting dengan harga murah, tetapi anda jangan rewel dengan kualitas yang didapat. Bhakan dari provider yang sama pun, dengan paket yang berbeda kita akan mendapatkan kualitas yang berbeda pula, dan perbedaanya sangat terasa.

Sebagai contoh, saya menggunakan wordpress untuk blog saya ini. Ketika saya menggunakan paket hosting yang paling murah sering sekali blog saya down, tidak bisa diakses. Akhirnya hal sepeerti ini akan merusak mood untuk membuat tulisan. Belum lagi kalau kita mengharapkan uang dari adsense. Blog tidak down saja hitungan adsensenya sangat kecil apalagi blog kita down hehe.

Untuk paket yang saya gunakan saya menyisihkan uang sekitar 1 juta rupiah setiap tahun. Saya menggunakan layanan provider dewaweb.com . Bisa dibilang sudah terlanjur nyaman hehe. Saya hanya pernah sekali pindah hosting ke Google Cloud Platform. Hasilnya sih memang lebih memuaskan, tetapi untuk biaya lebih besar. Akhirnya saya kembali ke dewaweb.com.

Prioritas yang berubah

Ini juga yang membuat kutipan “follow your passion” sering terdengar klise. Apalagi bagi yang sudah berkeluarga. Ada pengeluaran lain yang perlu di prioritaskan. Seperti yang saya alami. Hikmah yang saya ambil dari peristiwa ini tentu saja “what doesn’t kill you makes you stronger“. Jika tidak ingin dibebani oleh biaya yang ditimbulkan dari hobi yang kita pilih. Maka buatlah hobi tersebut menghasilkan uang.

Hingga saat ini saya masih yakin. Bahwa konsisten adalah jawaban dari permasalahan saya. Tetapi kemudian saya sadar, konsistensi saja tidak cukup. Saya perlu strategi untuk membuat hobi ini menghasilkan uang. Dulu saya sangat anti dengan SEO (Search Engine Optimization). Karena pada saat awal saya mulai menulis blog, traffic mengalir begitu saja dengan sangat mudah. Kemudian saya mantap untuk pindah ke hosting berbayar dan memasang google adsense, dua tahun berlalu dan traffic saya masih sangat sedikit sekali. Ada satu hal lagi selain konsistensi, yaitu evaluasi.

Dulu saya juga berpikir sangat idealis. Bahwa jika informasi yang kita berikan bagus, maka pengunjung akan datang dengan sendirinya. Itu tidak salah, tetapi saat ini kita dibanjiri oleh informasi. Kita harus bersaing dengan jutaan bahkan miliaran informasi setiap detiknya. Jika kita hanya konsisten tanpa evaluasi, bisa jadi kita konsisten melakukan hal yang kurang tepat.

Mohon dukungannya ya teman-teman. Salam!

Tinggalkan komentar