Kupas Tuntas Reproduksi Sapi

Reproduksi adalah salah satu topik bahasan yang paling kompleks di dunia kesehatan hewan. Selain paling kompleks, sistem reproduksi juga dianggap salah satu yang paling penting. Produktivitas ternak, termasuk sapi seringkali diukur dari performa reproduksi. Yang menarik juga dari penyakit atau gangguan reproduksi adalah mortalitas dan morbiditasnya yang relatif rendah jika dibandingkan dengan penyakit lainnya. Tetapi penyakit yang menyerang sistem reproduksi masih masuk ke dalam penyakit strategis. Bahkan tidak harus sebagai penyakit, gangguan reproduksi pun menjadi fokus utama dalam dunia kesehatan hewan.

Potensi reproduksi sapi bali
Sapi Bali

Baca Selengkapnya

Hormon Reproduksi pada Sapi Jantan

Hormon reproduksi pada ternak jantan mempengaruhi kualitas sperma serta libido. Secara umum hormon yang mempengaruhi sistem reproduksi pada sapi jantan mirip dengan sapi betina, hanya saja karena target sel yang berbeda maka ada beberapa perbedaan. Hormon utama dalam sistem reproduksi pada ternak jantan. Selain hormon testosteron, hormon lain yang sangat mempengaruhi proses pembentukan sperma adalah hormon FSH atau (follicle stimulating hormon). Proses pembentukan sperma atau disebut spermatogenesis merupakan proses yang kompleks dan melibatkan berbagai macam sel. Testes atau buah zakar merupakan organ yang sangat berperan dalam proses spermatogenesis. Selain itu pada ternak sapi jantan juga terapat hormon inhibins yang akan memberikan feedback negatif.

Hormon reproduksi pada sapi jantan

Baca Selengkapnya

Hormon Reproduksi pada Sapi Betina

Potensi reproduksi sapi bali

Sekilas tentang Hormon

Untuk bisa memahami gangguan reproduksi, khususnya pada hewan ruminansia kita wajib hukumnya memahami tentang hormon-hormon yang terlibat dalam sistem reproduksi. Hormon adalah substansi kimia yang memiliki fungsi sebagai pembawa pesan antara satu kelompok sel dengan kelompok sel lain. Hormon bekerja secara spesifik jadi hanya sel yang mempunyai reseptor yang bisa menerima pesan tersebut. Hormon bisa dianalogikan sebagai pembawa pesan dalam masa perang yang bertugas menyampaikan pesan terenkripsi yang hanya bisa dimengerti oleh kelompok target penerima pesan. Hal ini dikenal dengan istilah gembok dan kunci.

Baca Selengkapnya