Bayar Warteg pakai QR Code

barcode cellphone close up coded

Tahun 2017 saya berkesempatan untuk mengunjungi negara China. Itu kali pertama saya ke luar negeri. Tentu saja banyak yang membuat saya tertarik. Salah satunya adalah penggunaan pembayaran non tunai atau cashless
yang sudah sangat umum. Tidak hanya di merchant besar, bahkan di pedagang kaki lima pun pembayaran dengan menggunakan QR code sudah lazim dilakukan. Pembayaran cukup dilakukan dengan menggunakan smartphone. Bahkan menurut rekan saya di sana dia bisa keluar rumah tanpa membawa dompet, asalkan dia membawa smartphone. Smartphone benar-benar bisa difungsikan sebagai dompet digital. Saat itu saya membayangkan kapan di negara saya bisa menjadi seperti ini?.

Baca Selengkapnya

Cashless?

Apakah kita sudah berada di cashless era? Sebenarnya ini bukal hal baru sih tapi tetap saja menarik buat dibahas. Oh iya, baca juga tulisan saya sebelumnya ya di Welcome to cashless era. Jadi gini, cashless atau electronic payment atau apalah (sebenernya saya juga ga tahu bedanya apa hehe) menurut saya sudah sampai di level yang berbeda. Gampangnya dari zaman tap-tap an (teknologi NFC) sekarang masuk ke zaman scan-scan gitu haha. Banyak sih sebenernya aplikasi non tunai di Indonesia tapi yang paling sering saya pakai adalah GO-PAY dan OVO. Nah saya mau share pengalaman setelah saya pakai dua aplikasi ini.

GO-PAY

GO-PAY ini punyanya GO-JEK, awalnya cuma bisa dipakai untuk bayar ojek, beli makanan pulsa dll, nah sekarang bisa dipakai untuk bayar yang lain layaknya fungsi uang fisik. Nah saya nyobain beli buku di Gramedia pakai GO-PAY. Caranya tinggal bilang ke kasir mau bayar pakai GO-PAY, nanti kasir akan mencetak QR code untuk pembayaran. Setelah kita scan QR code nya kita tinggal klik OK dan saldo GO-PAY kita akan berkurang sejumlah harga barang yang kita beli

Baca Selengkapnya