Penyakit Pullorum pada unggas disebabkan oleh bakteri Salmonella pullorum. Salmonella pullorum termasuk bakteri berbentuk batang atau kapsul, gram negatif, non-motil dan tidak membentuk spora. Bakteri ini dapat bertahan pada iklim normal sampai beberapa bulan, tetapi dapat dapat dimusnahkan dengan desinfektan normal. Biasanya penyakit ini mempunyai tingkat mortalitas yang sangat tinggi, mencapai 100% pada anak ayam dan anak kalkun. Penyakit ini biasanya hanya menyebabkan kematian pada anak ayam umur 3 minggu. Kadang-kadang penyakit ini juga menyerang ayam dewasa, biasanya pada ayam layer dengan cangkang telur cokelat.

Penyakit ini termasuk notifiable dissease. Penyakit ini sudah berhasil dieradikasi pada kebanyakan peternakan komersial, akan tetapi masih ditemukan pada peternakan kecil dan peternakan pada negara-negara dunia ketiga. selain itu penyakit ini memicu terjadinya penyakit collibaciloocis dan parathypoid.


Penyebaran Penyakit

Penykit pullorum pada unggas dapat menyebar secara vertikal melalui trans ovari dan secara horizontal melalui pakan, air, dan mesin tetas yang terkontaminasi agen penyakit. Penyakit ini dapat menyebar dari ayam yang satu ke ayam yang lain. Penularan penyakit ini kadang-kadang dihubungkan dengan kanibalisme.

Gejala Klinis

Anak ayam yang terinfeksi berkerumun di dekat sumber panas, mengalami anoreksia, lemah, fesesnya berbentuk pasta keputih-putihan dan menepel pada sekitar kloaka. Unggas yang selamat biasanya menjadi carrier yang asimptomatik. Ayam indukan yang terinfeksi akan menghasilkan keturunan yang juga terinfeksi.

Gejala klinis pada ayam dewasa biasanya tidak terlihat jelas. Infeksi ditandai dengan penurunan produksi, diare, dan penurunan nafsu makan.

Lesio

Lesio pada anak ayam yang terserang pulorum adalah terjadi pembengkakan hati, kongesti, fokal nekrotik pada hati, limpa bengkak, bersuara mengerik dengan keras, terengah-engah, perkejuan pada sekum, kantung kuning telur tidak terserap sempurna dan mengalami perkejuan. Terdapat materi keras di sekum, dikenal dengan cecal core dan terapat kristal urat pada ureter. Pada ayam dewasa terjadi lesio yang susah dibedakan dengan lesio yang ditimbulkan oleh penyakit fowl thypoid.


Diagnosa

Diagnosa dapat dilakukan dengan melihat perubaha patoologi anatomi yang terjadi. Konfirmasi dapat dilakukan dengan cara isolasi dan identifikasi serotype S. pullorum. Penumbuhan bakteri ini dapat dilakukan pada salmonella-shigella, brilliant green, macConkey’s agar atau triple sugar iron agar. Infeksi pada ayam dewasa dapat diidentifikasi dengan tes serologi dan dilanjutkan dengan nekropsi. Biasanya tidak terdapat lesio yang mencolok tetapi terjadi nodular pericarditis, fibrinous peritonitis, atau hemoragi, atropi folikel ovarium dan ovarium berisi materi perkejuan.

  • Twitter
  • Pinterest
Uji Biokimia untuk S. pullorum S. gallinarum


Pengobatan

Ayam yeng terinfeksi dapat diobati dengan amoxicilin, poteniated sulfonamide, tetracyclines, dan fluoroquinolone. Tindakan pencegahan adalah pemusnahan carrier.

Daftar Pustaka

Randall, C.J. 1985. Color atlas of Dissease of The Domestic Fowl and Turkey. Iowa: Iowa State University Press

Saif, Y. M. http://books.google.co.id/books?id=oBloqeMWktMC&printsec=frontcover&dq=poultry+disease&hl=id&ei=dRxxTcijHYmwvgPpwvS9AQ&sa=X&oi=book_result&ct=book-thumbnail&resnum=1&ved=0CDAQ6wEwAA#v=onepage&q=poultry%20disease&f=false

http://www.merckvetmanual.com/mvm/index.jsp?cfile=htm/bc/202600.htm

http://www.thepoultrysite.com/diseaseinfo/131/salmonella-pullorum-pullorum-disease-bacillary-white-diarrhoea

http://www.worldpoultry.net/diseases/salmonellosis-pullorum-d36.html