Pilihan Karir sebagai Generalist vs Specialist

Saat meniti karir, pada akhirnya kita akan dihadapkan pada pilihan untuk menjadi Generalist atau menjadi Specialist. Saya menggunakan kata “meniti karir” karena pilihan ini akan muncul ketika anda terus meningkatkan kualitas diri anda. Jika anda memilih bertahan di zona nyaman anda, maka sepertinya anda tidak akan kemana-mana. Karena memang anda tidak kemana-mana. Ketika anda terus meningkatkan kemampuan maka anda akan sampai dimana anda harus memilih karir untuk menjadi generalist atau specialist.

Memilih karir generalist atau specialist
https://pin.it/6LtXX70

Sebenarnya ide tentang generalist dan specialist ini didasari fakta bahwa kemampuan otak manusia terbatas. Manusia harus memilih antara “luas” atau “dalam”. Tidak ada yang lebih unggul di antara keduanya. Karena keduanya memang merupakan hal yang baik, hanya saja kita perlu untuk memahami konsep ini agar kita punya arah tujuan yang jelas mau dibawa kemana karir kita. Dengan mengetahui arah yang jelas, maka kita akan dapat mencapai tujuan itu dengan lebih efektif dan efisien.

Karir sebagai Generalist

Menjadi generalist berarti menjadi lebih luas. Skill atau kemampuan yang anda miliki menjadi sangat beragam. Anda mengetahui tentang banyak hal, meskipun pengetahuan anda tidak begitu dalam. Pengetahuan anda yang luas ini akan memberikan wawasan bagi perusahaan tempat anda bekerja. Anda bisa menjembatani dua aspek yang sama sekali berbeda. Sebagai contoh dalam pengalaman saya sebagai sales marketing di bidang kesehatan hewan sering kali saya menemukan komunikasi yang tidak lancar antara dokter hewan (aspek medis/teknis) dan pelaku bisnis yang bukan dokter hewan (aspek bisnis). Penyebab utama tidak lancarnya komunikasi ini adalah masing-masing pihak tidak memahami satu sama lain. Di sinilah peran seorang generalist dibutuhkan. Dalam contoh ini mungkin seorang dokter hewan yang juga memahami cara berpikir pelaku bisnis.

Keuntungan menjadi generalist menurut saya yang paling penting adalah kemampuan adaptasi. Dengan luasnya pengetahuan anda akan memudahkan anda menghadapi dunia yang penuh dengan ketidak pastian. Seorang generalist juga akan mempunyai karir yang sangat fleksibel dibandingkan dengan seorang specialist. Biasanya generalist juga akan dipercaya sebagai pemimpin atau manajer karena mempunyai pengetahuan yang luas dan bisa menerjemahkan kemampuan dari satu bidang ke bidang lainnya. Sedangkan kerugian jika anda memilih menjadi generalist adalah anda akan mudah digantikan oleh generalist yang lain. Luas dan kompleksnya wawasan anda akan membatasi kedalaman dari pemahaman anda sehingga anda terkadang tidak punya posisi dan peran yang jelas di dalam organisasi bisnis.

Karir sebagai Specialist

Berbeda tapi tidak bertolak belakang dengan specialist mempunyai pengetahuan yang mendalam terhadap suatu bidang. Seorang specialist adalah seorang pakar. Untuk menghadapi permasalahan yang semakin kompleks tidak bisa hanya mengandalkan seorang generalist saja tetapi perlu orang yang mempunyai pengetahuan yang mendalam yaitu seorang specialist.

Advantages and disadvantages of generalist and specialist



Berbeda dengan karir sebagai generalist yang cenderung mudah digantikan oleh orang lain, karir specialist biasanya sangat kuat. Sekali anda dikenal sebagai pakar, maka anda akan diperebutkan oleh pemain di bisnis tersebut. Ini juga yang menjadi alasan specialist mempunyai kesempatan untuk mendapatkan gaji lebih tinggi dibandingkan generalist. Tetapi tentu saja keuntungan ini juga tidak lepas dari kerugian. Jika dibandingkan dengan karir sebagai generalist maka orang yang memilih meniti karir sebagai specialist mempunyai pilihan karir yang kaku. Selain itu yang membutuhkan jasa specialist adalah perusahaan-perusahaan besar sehingga semakin mempersempit pilihan karir.

Deep Generalist

Setelah kita mengetahui untung dan rugi dari masing-masing pilihan maka tiba saatnya kita memilih. Awalnya saya berpikir semudah itu, ternyata banyak pertimbangan dalam memilih karir menjadi generalist atau specialist. Saya sendiri saat ini mencoba untuk menempuh jalan sebagai specialist dalam karir saya. Dan ternyata kedua pilihan di atas bukanlah sesuatu yang hitam dan putih. Ada jalan tengah diantara keduanya yaitu apa yang disebut deep generalist. Yaitu seseorang yang mempunyai pemahaman yang mendalam terhadap dua atau lebih bidang dan menggabungkan keduanya. Tujuannya adalah untuk menciptakan satu posisi yang benar-benar baru sehingga kedudukannya dalam suatu organisasi akan sangat kuat.

Sepertinya walaupun deep generalist lebih sulit dicapai tetapi sangat layak diperjuangkan unuk menghadapi dunia karir saat ini. Bagaimana pendapat anda? Saya tunggu di kolom komentar, Salam!

Tinggalkan komentar