Penerapan Biosecurity di Kawasan Peternakan dengan Metode 3 Zona

Biosecurity merupakan sebuah konsep untuk menjaga agar agen penaykit tidak masuk. Konsep ini bisa diterapkan pada kawasan peternakan untuk menjaga kawasan peternakan dari serangan penyakit. Lantas bagaimana teknis penerapan konsep biosecurity di kawasan peternakan?. Metode yang paling sering dan paling mudah dipakai di kawasan peternakan untuk untuk penerapan biosecurity adalah metode 3 zona.

Konsep Biosecurity

Saya suka menganalogikan konsep biosecurity dengan konsep pengamanan/ security pada suatu kompleks perumahan. Sengaja saya pilih analogi ini karena kebetulan di Indonesia Satuan Pengamana atau Satpam disebut juga “security”. Jika Satpam bertugas menjaga agar orang jahat tidak masuk ke suatu wilayah tertentu, Biosecurity juga melakuna fungsi yang sama hanya saja untuk objek yang berbeda yaitu agen penyakit.

Satpam memiliki standard operating procedure (SOP) baku untuk memeriksa semua orang yang masuk ke wilayahnya, misalnya dengan menanyakan kartu identitas, menanyakan tujuan kedatangan, alamat yang dituju dan lain sebagainya. Pada bagian ini konsep biosecurity agak berbeda karena objek yang akan masuk tidak bisa kita interogasi. Pada biosecurity yang kita lakukan adalah melakukan penyemprotan disinfektan terhadap kendaraan dan orang yang akan masuk wilayah peternakan. Kedua tindakan ini mempunyai tujuan yang sama yaitu mencegah masuknya “orang jahat” atau “penyakit jahat” ke wilayah tertentu.

Perbedaan mencolok antar keduanya karena pada sistem security atau Satpam objeknya terlihat dan bisa ditanyai, sedangkan pada biosecurity objeknya tidak terlihat dan tidak bisa ditanyai. Kita bisa meminimalkan risiko yang mungkin timbul dari setiap objek yang masuk.

Penerapan Biosecurity Metode 3 Zona

Sebelumnya kita sudah membahas bahwa salah satu permasalahan dalam penerapan biosecurity adalah karena yang menjadi objek konsep ini tidak kasat mata. Kita tidak tahu kendaraan mana atau personil mana yang mungkin membawa agen penyakit masuk ke dalam kawasan peternakan kita. Yang bisa dilakukan adalah dengan meminimalkan risiko yang mungkin timbul. Untuk memudahkan penerapan biosecurity kita bisa membagi kawasan peternakan menjadi 3 zona. Sistem zonasi yang dilakukan berdasarkan tingkat risiko yang mungkin timbul dari masing-masing zona. Ingat, karena yang kita hadapai tidak kasat mata maka yang kita lakukan adalah meminimalkan risiko. kita bisa melakukan embagian menjadi 3 zona sebagai berikut:

  • Zona Merah, untuk area dengan risiko paling tinggi. Bisa juga disebut area kotor. Area ini adalah area di luar kawasan peternakan. Merupakan area yang tidak bisa kita kontrol. Zona merah dan zona lainnya dipisahkan dengan pagar fisik.
  • Zona Kuning, ini merupakan area peralihan dari area merah ke area selanjutnya yaitu area hijau. Kegiatan adminsitrasi, perkantoran dan kegiatan yang tidak berhubungan langsung dengan ternak dilakukan pada area ini. Pada area ini sudah bisa diterapkan SOP seperti wajib disemprot disinfektan, mengganti alas kaki dan lain-lain
  • Area Hijau, atau area yang paling bersih. Ini merupakan area yang kita jaga agar tidak dimasuki agen penyakit. Pada area inilah ternak kita berada.

Dengan membagi kawasan peternakan berdasarkan risiko yang mungkin terjadi akan memudahkan kita untuk menjaga kawsan kita dari serangan agen penyakit. Penerapan biosecurity dengan metode 3 zona merupakan penerapan yang paling sederhana. Untuk kawasan yang lebih luas dan kompleks bisa juga dilakukan sub zonasi lagi agar penerapan biosecurity semakin efektif.

Penerapan bio security yang efektif memberikan dampak yang baik bagi produktifitas ternak. Seperti yang dilansir dari website FAO yang menunjukkan peningkatan produktifitas hingga 10-11% dengan penerapan biosecurity 3 zona.

Setelah mengetahui pentingnya biosecurity kemudian mengetahui bagaimana penerapannya apakah anda tertarik untuk menggunakan konsep ini di peternakan anda? Mari berdiskusi di kolom komentar ya, Terima kasih!

Sumber Bacaan

https://www.ugm.ac.id/id/berita/21021-penerapan-biosekuriti-tiga-zona-dalam-peternakan

Tinggalkan komentar