Kupas Tuntas Reproduksi Sapi

Reproduksi adalah salah satu topik bahasan yang paling kompleks di dunia kesehatan hewan. Selain paling kompleks, sistem reproduksi juga dianggap salah satu yang paling penting. Produktivitas ternak, termasuk sapi seringkali diukur dari performa reproduksi. Yang menarik juga dari penyakit atau gangguan reproduksi adalah mortalitas dan morbiditasnya yang relatif rendah jika dibandingkan dengan penyakit lainnya. Tetapi penyakit yang menyerang sistem reproduksi masih masuk ke dalam penyakit strategis. Bahkan tidak harus sebagai penyakit, gangguan reproduksi pun menjadi fokus utama dalam dunia kesehatan hewan.

Reproduksi dan Ekonomi

Saya beropini jika hal ini didasari pada kenyataan bahwa sistem reproduksi berpengaruh langsung terhadap populasi. Gagal bereproduksi sama dengan gagal menambah populasi. Hal ini juga dibuktikan dengan evaluasi performa pada hewan ternak selalu di-framing dari segi produktivitas, misalnya penghitungan ADG (average daily gain), FCR (feed cconversion rate), S/C (service per conception) dan lain-lain. Prespektif hewan ternak memang menitikberatkan pada produktivitas. Salah satu parameter produktivitas ternak adalah populasi. Dan ini tidak sepenuhnya salah menurut saya. Walaupun seharusnya hewan ternak dan hewan lainnya tidak dibeda-bedakan. Sesuai dengan konsep animal welfare atau kesejahteraan hewan.

Potensi reproduksi sapi bali
Sapi Bali

Penyakit Reproduksi dan Gangguan Reproduksi Sapi

Dalam reproduksi sapi kita mengenl konsep penyakit reproduksi dan juga gangguan reproduksi. Yang membedakan keduanya ialah pada penyakit reproduksi kita bisa menemukan agen penyakitnya, misalnya B. abortus atau agen penyakit lainnya. Sedangkan gangguan reproduksi adalah suatu kondisi dimana ternak sapi tidak diserang agen penyakit tertentu. Gangguan reproduksi berkaitan dengan hormon reproduksi. Pada kenyataannya di lapangan kedua kondisi ini sering terjadi pada individu yang sama pada waktu yang bersamaan. Ini penting sehingga kita tidak terjebak dalam asumsi bahwa ketika terjadi kemajiran misalnya kita langsung berpikir hal ini disebabkan oleh infeksi oleh agen tertentu. Tips untuk mengignat konsep ini adalah pada gangguan reproduksi ternak sapi tidak menderita sakit, hanya saja fungsi reproduksinya terganggu.

Hormon Reproduksi Sapi

Menurut saya ini adalah bagian penting dari mempelajari reproduksi sapi. Fungsi reproduksi diatur melalui hormon. Dengan mekanisme feedback negative dan feedback positive hormon dan organ reproduksi saling bekerja sama. Selain menjadi bagian paling penting. Bagian ini juga menjadi bagian paling susah menurut saya. Sitem hormon reproduksi tidak bisa dilihat sebagai bagian yang terpisah-pisah, tetapi merupakan satu sistem yang terkait satu sama lain. Ada istilah gondal-pituitary axis, yaitu garis imajiner yang menghubungkan antara gonad dan kelenjar pituitary. Pemahaman yang baik tentang hormon reproduksi akan sangat membantu dalam proses mendiagnosa, dan mengobati kasus reproduksi pada sapi. Pemahman yang baik tentang hormon juga bisa menjadi pondasi yang kokoh untuk masuk ke bioteknologi reproduksi.

Sinkronisasi Berahi

Sistem hormon reproduksi sebagai satu kesatuan dimanfaatkan untuk mengoptimalkan produktivitas ternak sapi. Salah satunya adalah sinkronisasi berahi. Konsep dari sinkronisasi berahi adalah menyeragamkan siklus reproduksi dari banyak indukan. Dengan siklus yang seragam maka akan menghasilkan pedet atau anakan sapi dalam jumlah besar di saat yang bersamaan. Ini sangat berguna untuk menjaga keseimbangan supply and demand.

Anatomi Reproduksi Sapi

Anatomi merupakan ilmu dasar, artinya tidak bisa kita pisahkan dengan ilmu-ilmu yang lainnya. Pemahaman yang mendalam tentang anatomi juga sangat membantu baik itu dalam penerapan teknologi reproduksi maupun dalam diagnosa dan penanganan kasus reproduksi. Pemhaman anatomi yang baik juga berguna saat menilai bagaimanakah postur indukan atau pejantan yang ideal.

Bioteknologi reproduksi

Nah, ini merupakan bagian yang menurut saya paling memberi motivasi dalam mendalami reproduksi, khusunya reproduksi ternak sapi. Bioteknologi reproduksi bertujuan untuk meningkatkan mutu genetik, dan mencegah penyebaran penyakit menular reproduksi.

Bioteknologi sapi sudah sangat maju. Bahkan di Indonesia pun teknologi reproduksi sudah maju. Dimulai dari tahun 1960-70an inseminasi buatan mulai dikenalkan di Indonesia. Pada saat itu baru menggunakan semen segar. Hingga saat ini frozen semen atau mani beku sudah menjadi kebutuhan, bukan sesuatu yang mewah lagi. Sudah banyak balai inseminasi buatan (BIB) baik di level pusat maupun daerah seperti BIB Lembang, BIB singosari dan lain-lain. Saat ini Indonesia sudah masuk ke penerapan bioteknologi reproduksi tingkat lanjut karena kita sudah mengaplikasikan Embryo Transfer (ET). Atau dalam bahasa sederhana adalah teknologi bayi tabung. Meskipun demikian, Indonesia masih harus banyak berbenah. Jika membandingkan dengan penerapan IB di negara yang sudah maju seperti Jepang misalnya. Pelaksanaan bioteknologi benar-benar menggunakan data yang lengkap. Data yang valid medasari pengambilan keputusan baik itu diagnosa atau treatment plan.

Pendekatan produktivitas ternak sebagai ukuran performa juga memberikan dampak positif terhadap kemajuan teknologi reproduksi. Malah saya melihat terjadi ketimpangan antara perkembangan inovasi di kesehatan ternak secara umum dibandingkan dengan inovasi teknologi pad sistem reproduksi sapi. Kesadaran stake holder juga lebih tinggi (belum ada data yang valid untuk argumen ini), terlihat dari kemauan peternak/ pelaku usaha untuk membenahi kasus reproduksi lebih tinggi. Penggunaan teknologi dalam mendiagnosa kasus reproduksi juga sudah lazim dilakukan. Ini juga menegaskan argumen tentang sistem reproduksi mendapat perhatian yang lebih besar oleh stake holder.

Kebidanan

Setelah semua yang kita laukan untuk meningkatkan performa reproduksi ternak. Pada kkahirnya kita sampai ke bagian membidani lahirnya pedet atau ana sapi. Peningkatan geneik dengan kawin suntiik atau embryo transfer tak jarang juga memberikan dampak permasalahan pada kebidanan. Masalah seperti distokia yang kemudin bisa menimbulkan komplikasi gangguan atau pennyakit reproduksi yang lainnya. Kebidanan merupakan ilmu terapan yang kompleks. Kebidanan menggabungkan anatomi dan pengetahun akan hormon reproduksi.

Nutrisi

Bisa dibilang mendalami reproduksi tanpa mempelajari nutrisi bagaikan sayur tanpa garam. Seperti yang kita bahas pada bagian gangguan reproduksi, tubuh bisa mengalami gangguan reproduksi tanpa mengalami penyakit tertentu. Jika tubuh kekurangan nutrisi, maka yang akan dikorbankan addalah sistem reproduksi. Karena bisa dibilang sistem reproduksi tidak sevital sistem lain seperti sistem syaraf yang jika dalam sekian detik tidak mendapat nutrisi langsung mengalami irreversible damage. Pendekatan terhadap masalah reproduksi harus menyertakan pendekatan masalah dari sisi nutrisi. Ini yaang sering terlewatkan. Terutama pada kasus gangguan reproduksi. Ketika tubuh sapi kekurangan hormon tertentu, kecurigaan pertama adalah tubuh tidak punya cukup bahan untuk memproduksi hormon tersebut.

Selain topik-topik di atas tentunya masih banyak aspek lain yang juga penting di dalam reproduksi sapi. Teknik handling and restraint. Teknik komunikasi dan yang masih jarang dibahas adalah tentang leadership. Ilmu reproduksi adalah ilmu yang kompleks, tetapi juga sangat pantas untuk dipelajari. Tulisan ini hanya memuat sedikit dari luasnya ilmu reproduksi. Silahkan ntuk memmbaca tulisan lain tentang reproduksi sapi di blog ini. Jangan lupa tinggalkan komentar, Salam!