Hormon Reproduksi pada Sapi Jantan

Hormon reproduksi pada ternak jantan mempengaruhi kualitas sperma serta libido. Secara umum hormon yang mempengaruhi sistem reproduksi pada sapi jantan mirip dengan sapi betina, hanya saja karena target sel yang berbeda maka ada beberapa perbedaan. Hormon utama dalam sistem reproduksi pada ternak jantan. Selain hormon testosteron, hormon lain yang sangat mempengaruhi proses pembentukan sperma adalah hormon FSH atau (follicle stimulating hormon). Proses pembentukan sperma atau disebut spermatogenesis merupakan proses yang kompleks dan melibatkan berbagai macam sel. Testes atau buah zakar merupakan organ yang sangat berperan dalam proses spermatogenesis. Selain itu pada ternak sapi jantan juga terapat hormon inhibins yang akan memberikan feedback negatif.

Hormon reproduksi pada sapi jantan

Gonadotropin Releasing Hormon (GnRH)

Proses spermatogenesis diatur oleh hormon. Pada sapi jantan disebut lengkung hypothalamic-pituitary-testicular. Hubungan ketiga organ ini dalam sistem reproduksi diatur oleh hormon baik secara feedback negatif dan feedback positif. Kelenjar hipotalamus mengeluarkan GnRH memicu pelepasan kelenjar pituitary anterior untuk mengeluarkan hormon lutropin atau LH dan follitropin atau FSH.

Follicle Stimulating Hormone (FSH)

Follicle Stimulating Hormone (FSH) dihasilkan pada kelenjar hipofise anterior. FSH bersama testosterone akan bekerja sama untuk mengatur proses spermatogenesis. Reseptor dari FSH terdapat di sel sertoli. FSH menstimulus sel sertoli untuk menghasilkan ABP (androgen binding protein). ABP diperlukan untuk menjaga konsentrasi testosterone sehingga spermatogenesis dapat berjalan dengan baik.

Luteinizing Hormone (LH)

Pada sapi jantan luteinizing hormone atau LH menstimulus sel interstisial yaitu sel leydig untuk membantu proses steroidogenesis dan produksi testosterone. LH bersinergi dengan FSH dalam menjaga konsistensi mutu sel sperma. Ketika kadar testosterone di dalam darah menjadi rendah GnRH akan menstimulus sekresi LH, dan ketika testosterone kembali cukup akan memberikan feedback negative terhadap sekresi GnRH dan LH.

Testosterone

Secara umum hormon di dalam sistem reproduksi sapi jantan terbagi menjadi dua golongan yaitu HPG hormones (Hipofise-pituitary-gonadal axis) dan hormon steroid. Testosteron termasuk kedalam golongan hormon steroid. Steroid diperlukan untuk menjaga agar proses spermatogenesis berjalan konsisten sehingga mutu sperma tetap terjaga.

Sistem reproduksi pada ternak jantan merupakan proses yang kompleks, tidak kalah dengan kompleksitas pada sistem reproduksi ternak betina. Sistem reproduksi jantan seringkali luput dari perhatian karena di Indonesia pada khususnya sudah menggunakan inseminasi buatan sehingga penanganan gangguan sistem reproduksi jantan lebih banyak dilakukan oleh balai inseminasi buatan sebagai produsen semen beku. Akan tetapi pemahaman yang baik tentang sistem reproduksi jantan akan meningkatkan mutu dari sperma yang dihasilkan. Saya juga masih merasa pengetahuan saya tentang sistem reproduksi jantan masih sangat timpang dibandingkan sistem reproduksi pada ternak betina. Yuk mari kita berdiskusi di kolom komentar, Salam!

Daftar Pustaka

https://www.researchgate.net/profile/Pallav_Sengupta2/publication/336313461_Male_reproductive_hormones_and_semen_quality/links/5d9b72a992851c2f70f3f68d/Male-reproductive-hormones-and-semen-quality.pdf?origin=publication_detail

Satu pemikiran pada “Hormon Reproduksi pada Sapi Jantan”

Tinggalkan komentar