Gendongan Meh Dai

Tampilan Gendongan Meh Dai dari samping

Setelah saya menjadi seorang bapak, menggendong atau bahasa kerennya baby wearing menjadi salah satu kegiatan favorit saya. Awalnya menggendong saya lakukan karena ingin meringankan beban istri saya. Karena dia sudah menggendong bayi selama 9 bulan nonstop, tidur, pup pun dia lakukan tanpa melepas gendongannya. Memang luar biasa perjuangan seorang ibu. Lama kelamaan saya merasa dekat dengan anak saya ketika saya menggendongnya. Saya yakin setiap bapak dan anak punya caranya masing-masing untuk bonding, Dan cara saya adalah dengan menggendong.

Gendongan Meh Dai

Tidak hanya itu, alasan lain saya senang menggendong adalah karena saya pernah ikut kelas menggendong. Enggak sih, saya ga seniat itu. Sebenarnya yang daftar istri saya. Tapi karena istri saya berhalangan maka daripada rugi saya gantiin istri saya hehe. Sungguh tidak mau rugi ya haha. Waktu itu saya ikut kelas menggendong di The Good Prana. Memang saya dan istri saya juga ikut kelas prenatal di The Good Prana. Recommended banget sih hehe.

Jenis-jenis gendongan

Nah dari kelas menggendong itu saya banyak mendapatkan wawasan tentang menggendong. Termasuk jenis-jenis gendongan, yang ternyata ada banyak sekali. Secara umum menurut saya gendongan terbagi atas gendongan samping seperti ring sling, atau gendongan jarik. Dan jenis yang lainnya adalah gendongan depan (soft structure carrier). Kelebihan gendongan depan adalah lebih nyaman dipakai dalam waktu yang lama. Tetapi biasanya anak tidak terlalu suka. Sedangkan gendongan samping tidak nyaman jika dipakai terlalu lama. Salah satu yang membuat gendongan SSC kurang nyaman adalah sistem buckle (gesper). Karena dengan sistem gesper pengaturan gendongan jadi terbatas.

Uniknya Meh Dai

Yang membuat gendongan Meh Dai menarik bagi saya adalah karena Meh Dai seperti menggabungkan dua gendongan yaitu kepraktisan gendongan depan dan kenyamanan gendongan samping. Meh Dai memiliki sistem seperti SSC (soft structure carrier) tetapi tidak menggunakan buckle (gesper) melainkan dengan cara diikat. Selain sistem gesper yang diganti dengan sistem ikat ala gendongan kain. Meh Dai juga unik karena Meh Dai menurut saya lebih nyaman dipakai. Setuju atau tidak sistem gesper menurut saya tingkat kenyamanannya kurang. Tetapi di sisi lain sistem ikat kepraktisannya yang kurang. Bisa dibilang, Meh Dai adalah perpaduan antara gendongan kain dan gendongan SSC. Biasanya saya menggunakan Meh Dai saat di rumah, sedangkan saat bepergian saya lebih memilih SSC.

Meh Dai merupakan gendongan yang berasal dari China. Gendongan model ini banyak dipakai di daerah Asia Timur. Itu juga salah satu alasan saya tertarik untuk mencoba. Karena jarang banget saya menemukan orang yang menggunakan gendongan Meh Dai di Indonesia. Dan pilihan Meh Dai di pasaran juga lebih terbatas dan harganya relatif lebih mahal dibandingkan SSC. Yang saya punya Meh Dai dari Nana Baby Carrier. Saya suka produk NBC karena saya juga punya SSC nya. Ukurannya memang seperti sudah disesuaikan dengan postur tubuh orang Indonesia.

Nah, sekian pengalaman saya menggunakan gendongan Meh Dai. Apakah anda tertarik untuk mencoba?. Baca juga tulisan saya tentang baby wearing.

Tinggalkan komentar