Dari Boncos Sampai Cuan di BukaReksa

Tahun 2020 menjadi tahun yang tidak mudah untu semua orang, bahkan semua orang di seluruh dunia. Kita sedang menghadapi pandemi COVID-19. Semua aspek kehidupan terdampak oleh pandemi, tak terkecuali ekonomi. Begitu juga dengan investasi, dari awal Maret sampai Oktober harga ReksaDana anjlok. Saya tidak terlalu memperhatikan harga saham, tapi sepertinya tidak jauh berbeda karena reksadana yang saya miliki merupakan reksadana saham. Saya juga pernah share pengalaman saya brnvestasi di reksadana bukalapak di tulisan saya yang ini. Nah kali ini saya ingin berbagi pengalaman saya dalam menghadapi pandemi kemarin dari sudut pandang investor di bukareksa. Saya akan ceritakan pengalaman saya dari boncos atau rugi menjadi cuan atau untung berinvestasi di produk reksadana milik bukalapak ini.

Putih itu suci, merah itu protofolio kami

Luruskan kembali niat berinvestasi di ReksaDana

Betul sekali, memang semuanya kembali ke niat kita. Ini penting karena akan sangat membantu kita menghadapi masa sulit. Contohnya pada saat pandemi kemarin. Portofolio reksadana saya berubah menjadi merah. Sudah seperti plesetan di twitter “Putih itu suci, merah adalah protofolio kami” ups curcol. Nah mengapa niat menjadi penting dalam menghadapi krisis? karena dengan kembali mengingat niat atau tujuan kita akan membantu kita fokus. Membantu kita agar tidak tergoda dengan godaan yang jujur sangat berat. Kita harus fokus terhadap tujuan awal kita, misalnya tujuan awal kita adalah untuk investasi jangka panjang, maka jangan goyah ketika investasi kita boncos. Kecuali tujuan investasinya adalah untuk trading, tetapi sepertinya reksadana kurang cocok untuk investasi trading *IMHO*.

Saat NAB turun, saat yang tepat untuk menambah unit

Teorinya memang begitu, beli saat harganya rendah dan jual saat harganya tinggi. Tapi itu lebih mudah diucapkan ketimbang dilakukan. Apalagi mengahdapi kondisi pandemi yang belum tahu kapan akan berakhir Saya sempat stop menambah unit reksadana saya karena dihantui kecemasan bahwa Nilai Aktiva Bersih (NAB) reksadana yang saya beli akan terus turun. Sekrang saya mala agak menyesal kenapa waktu itu saya sempat berhenti. Ya itulah proses belajar. Saya memang meniatkan berinvestasi di reksadana ini salah satunya untuk belajar. Mengasah intuisi dan mental saya dalam menghadapi kondisi-kondis yang mungkin saya hadapi ketika berinvestasi. Tentunya sebelum saya naik kelas menjadi investor saham, dengan risiko dan keuntungan yang lebih besar tentunya.

Diversifikasi jenis reksadana

Ini adalah hal baru yang saya lakukan dalam rangka menghadapai kerugian akibat pandemi. Jika sebelumnya saya berinvestasi hanya di reksadana saham, demi menghindari kerugian yang lebih besar saya memutuskan untuk memulai investasi di reksadana campuran. Ada kata bijak yang menasehatkan bahwa ketika berinvestasi jangan menaruh semua telur kita pada satu keranjang yang sama, karena ketika keranjang itu jatuh maka semua telur akan pecah. Merupakan tindakan yang bijak untuk membuat diversifikasi instrumen investasi. Dan ini berhasil membatu saya untuk mengembalikan protofolio ke zona hijau.

Konsistensi adalah kunci

Tidak hanya dalam bidang investasi, konsisensi adalah kunci dari banyak permasalahan hidup ini. Apalagi dalam investasi jangka panjang seperti yang saya akukan ini. Saya selama dua thun lebih belakangan ini (2018-2020) mencoba konsisten setiap bulan untuk menyisihkan uang saya membeli reksadana di bukalapak, kadang boncos kadang cuan. Tetapi konnsistensi lah yang bisa merubah boncos menjadi cuan. Saya pernah simulasikan bagaimana konsitensi bisa menyelamatkan kita dari kerugian yang lebih besar, silahkan baca di tautan ini.

Saya mengerti bahwa berinvestasi adalah hal yang berat. Menuntut determinasi atau tekat yang kuat. Tapi percayalah ketika kita berhasil melewati itu semua ada rasa kepuasan tersendiri. Dan itulah yang saya rasakan. Untuk anda yang sedang berjuang berinvestasi, anda sudah berada di jalan yang benar. Tetap semangat! Saya tunggu pendapat anda semua untuk kita diskusikan di kolom komentar.

Salam!

2 pemikiran pada “Dari Boncos Sampai Cuan di BukaReksa”

  1. Memang benar sekali, lebih mudah di ucapkan daripada dilakukan, saya sendiri juga mencoba membeli beberapa reksadana, tapi akhirnya saya tarik lagi karna kepepet. Jika di akui management keuangannya kurang kali ya atau kurang tekad kuat wkwkwkw.. kalau lihat hasil cuan nya sih enak hahaha!

    Balas

Tinggalkan komentar