Da Nang Vietnam Trip

Akhirnya selesai juga tulisan ini. Sebenarnya ke Vietnam sudah bulan Februari, tapi setelah itu langsung sibuk jadi belum sempat ditulis hehe. Dan akhirnya WFH juga lah yang memberikan saya banyak waktu untuk mengurus blog. Oke seperti yang sudah saya ceritakan di post sebelumnya pada bulan Februari saya berkesempatan untuk mengunjungi Vietnam tepatnya di Kota Da Nang.

Kota kecil

Kalau menurut saya sih Kota Da Nang ini kecil. Menurut saya yang cuma datang ke kota ini untuk meeting di hotel hehe. Faktanya Kota Da Nang dikenal sebagai kota terbesar ke empat di Vietnam (sumber dari web ini). Yang saya lihat sih masih banyak sekali bangunan baru di sepanjang jalan. Kalau dibandingkan Jakarta jelas kota ini lebih kecil. Bahkan sepertinya lebih kecil dari kota Depok hihi. Masih banyak pemandangan sawah yang bisa kita temui di kota ini. Konon katanya Vietnam cuma kalah dari Thailand untuk urusan pertanian.

Da Nang terletak di tepi pantai

Karena letaknya yang di tepi pantai tentu saja udaranya cukup panas. Bahkan saya menginap di hotel yang langsung menghadap pantai. Tepatnya di Hyatt Regency Da Nang. Sebenarnya kalau di kota Da Nang saya tidak banyak jalan-jalan, justru lebih banyak wisata ke kota Hon Ai. Nah mengenai kota Hon Ai nanti akan saya ceritakan di post selanjutnya.

Bersantai menghadap pantai

Seafood yang segar

Seafood adalah salah satu hal yang saya notice dari makanan yang di hidangkan. Sebenarnya ada kopi sih, tapi sayang saya masih belum bisa minum kopi, lebih tepatnya belum berani. Padahal selalu tersedia kopi di setiap sesi acara. Dan penyajiannya juga dengan cara khas Vietnam drip. Betul-betul otentik menikmati kopi vietnam drip di vietnam, tapi apalah daya. Selain kopi dan seafood, buah juga menarik perhatian saya. Buah yang dihidangkan sangat segar. Mungkin ini juga karena Vietnam merupakan salah satu negara penghasil buah terbesar di dunia.

Hal menarik lain yang masih berkaitan dengan makanan adalah pelayannya yang sangat ramah. Bahkan kadang membuat saya jadi tidak enak hati karena terlalu sopan. Setiap kali acara makan selalu disediakan serbet sebagai alas agar baju kita tidak kotor terkena makanan. Karena dasarnya saya orang kampung tidak terbiasa menggunakan serbet tersebut. Maka pelayan akan datang dan memasangkan serbet tersebut. Mungkin ini hal kecil, tapi bagi saya ini sangat berkesan. Sesuatu yang baru saya temui di Vietnam.

Tidak sempat foto-foto

Jadwal yang sangat padat membuat saya tidak sempat untuk foto-foto. Dan karena saya juga tidak membawa kamera yang proper maka saya cuma mengambil gambar menggunakan handphone. Untuk pemandangannya karena saya cuma sempat main ke pantai yang ada di hotel menurut saya tidak terlalu istimewa. Tapi tetap saja, no picture sama dengan hoax hehe. Apakah masih relevan hingga saat ini?. Salam!

Tinggalkan komentar