Dua hal yang bisa kita pelajari dari Inseminasi Buatan di Jepang

Inseminasi buatan bukan merupakan barang baru di Indonesia, saya tidak tahu pasti kapan tapi kita semua tahu hal itu. Lalu dari pengalaman kita melakukan inseminasi buatan selama berpuluh tahun apakah anda pernah merasa bahwa pelaksanaan inseminasi buatan di Indonesia terkesan stagnan? Saya juga mersakan hal yang sama. Saya sering bertanya pada diri saya sendiri apa yang salah dari pelaksanaan inseminasi buatan di Indonesia. Yang membuat saya berpikir demikian adalah fakta bahwa produksi sapi di Indonesia yang begitu-begitu saja. Saya mencari jawaban dengan berdiskusi dengan kolega saya yang sudah merampungkan pendidikan tentang reproduksi ternak di Jepang. Jepang sebagai sebagai negara maju yang juga menerapkan Inseminasi buatan. Saya merekam diskusi saya tentang pelaksanaan inseminasi buatan di jepang dalam format podcast. Silahkan klik link di bawah untuk mendengarkan.

Continue reading

Strategi Pengendalian Penyakit Jembrana

Penyakit Jembrana saat ini masih menjadi pekerjaan rumah bagi pengembangan Sapi Bali. Potensi sapi bali sebagai sapi potong sudah terbukti luar biasa, namun tanpa strategi pengendalian yang tepat maka cita-cita menjadikan sapi bali sebagai komponen pemenuhan swasembada daging masih akan sulit terwujud.

Etiologi

Penyakit jembrana merupakan penyakit yang disebabkan oleh virus jembrana. Penyebutan penyakit Jembrana sendiri merujuk kepada nama daerah di Bali yaitu tempat virus Jembrana berasal. Virus jembrana atau Jembrana Disease Virus (JDV) merupakan anggota dari genus lentivirinae dalam sub-famili orthoretrovirinae dan famili retrovirinae. JDV merupakan virus RNA.

Continue reading

Hormon Reproduksi pada Sapi Betina

Sekilas tentang Hormon

Untuk bisa memahami gangguan reproduksi, khususnya pada hewan ruminansia kita wajib hukumnya memahami tentang hormon-hormon yang terlibat dalam sistem reproduksi. Hormon adalah substansi kimia yang memiliki fungsi sebagai pembawa pesan antara satu kelompok sel dengan kelompok sel lain. Hormon bekerja secara spesifik jadi hanya sel yang mempunyai reseptor yang bisa menerima pesan tersebut. Hormon bisa dianalogikan sebagai pembawa pesan dalam masa perang yang bertugas menyampaikan pesan terenkripsi yang hanya bisa dimengerti oleh kelompok target penerima pesan. Hal ini dikenal dengan istilah gembok dan kunci.

Continue reading