Dibalik Kasus Monkeypox di Singapore

WHO sudah mengkonfirmasi bahwa pada tanggal 9 mei 2019 sudah terjadi kasus Monkeypox di Singapura melalui Kementerian kesehatan Singapore. Berita dapat dilihat di sini. Pasien terjangkit monkeypox ini merupakan seorang warga negara Nigeria (38 tahun). Pasien tersebut datang ke Singapura untuk menghadiri sebuah Lokakarya. Pasien tersebut sudah ditangani dan diisolasi oleh pemerintah Singapura termasuk beberapa orang yang sempat bersentuhan dengan pasien selama berada di Singapore.

Banyak hoax yang beredar tentang monkeypox

Mungkin anda juga menerima pesan berantai di WhatsApp seperti saya tentang hoax monkeypox ini. Bahkan Kedubes Singapura secara resmi membantah beberapa berita dari media tentang monkeypox (berita bisa dilihat di sini. Di dalam berita tersebut dijelaskan bahwa sampai saat ini baru hanya satu kasus monkeypox yang berhasil dikonfirmasi. Hal ini tidak sesuai dengan yang diberitakan di Indonesia bahwa di Singapura sedang marak terjangkit kasus monkeypox.

Yang perlu kita ketahui tentang monkeypox

Berikut ini adalah fakta kunci tentang monkeypox yang diterbitkan oleh WHO di laman reminya.

  • Monkeypox adalah penyakit zoonotik (bisa menular dari hewan ke manusia atau sebaliknya) yang tersebar di daerah pedalaman Afrika Tengah dan Afrika Barata di dekat hutan hujan tropis
  • Virus monkeypox atau cacar monyet mirip dengan virus cacar pada manusia yang sudah berhadil dimusnahkan pada tahun 1980. Walaupun cacar monyet lebih ringan dibandingkan cacar manusia, tetap saja cacar monyet bisa berakibat fatal.
  • Utamannya virus monkeypox disebarkan dari beberapa hewan liar seperti hewan pengerat dan primata, tetapi juga bisa menyebar melalui manusia ke manusia secara terbatas.
  • Biasanya tingkat kematian pada wabah monkeypox berkisar antara 1% hingga 10%. Kematian paling banyak pada kelompok pasien dibawah umur.
  • Tidak ada pengobatan khusus atau vaksin khusus yang tersedia, akan tetapi vaksinasi cacar manusia terbukti efektif dalam pencegahan monkeypox.

WHO tidak merekomendasikan pengeluaran travel warning baik ke Singapura maupun Nigeria

Terhadap penyakit apapun hendaknya kita selalu berhati-hati, termasuk terhadap penyakit monkeypox yang hingga saat ini belum ada di Indonesia. Kunci dari pencegahan penyakit secara umum adalah menjaga kebersihan personal. Selalu cuci tangan setelah bersentuhan dengan hewan yang bisa menjadi inang virus monkeypox (MPXV) yaitu hewan pengerat, primata dan hewan berkantung. Hindari kontak langsung dengan pasien terduga terjangkit monkeypox.

So, waspada itu perlu, tetapi khwatir berllebihan itu tidak perlu.

Disclaimer: Artikel ini merupakan opini pribadi kecuali yang disertakan sumbernya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *