Menyimpan data digital di DNA

Pernahkah anda mengalami kehabisan memori pada gawai anda?. Pada saat anda sedang travelling, di tengah asyiknya mengabadikan momen liburan tiba-tiba anda kehabisan memori. Kebutuhan akan data storage seaakan sudah menjadi kebutuhan pokok bagi kita. Jika anda masih ingat dulu di sebuah komputer ada yang disebut floppy disk drive atau pembaca disket. Kapasitas penyimpanannya hanya 3,14 MB. Bisa anda bayangkan dengankapasitas 3,14 MB apa yang bisa and simpan sekarang? untuk menyimpan sebuah foto dengan resolusi tinggi juga sudah tidak muat. Saya masih ingat ketika pertama kali saya membeli flash disk pada tahun 2007. Saya membeli flash disk dengan kapasitas 128 MB dengan harga Rp 150.000, pda saat itu saya sudah bisa menyimpan banyak lagu favorit saya, tapi sekarang?

Terpaksa harus memilah

Kebutuhan untuk menyimpan data digital sudah tidak bisa dibendung lagi. Teknologi saat ini sudah sangat berkembang dan mengharuskan penyimpanan data digital yang lebih besar. Kita sudah terbiasa melihat foto dengan resolusi tinggi, ketika kita melihat foto dengan resolusi yang lebih rendah maka kita akan merasa tidak puas. Jika memang tidak ada jalan keluar maka yang bisa kita lakukan adalah memilah mana yang ingin kita simpan. Dan itulah yang kita lakukan saat ini. Tapi bagaimana kita tahu mana yang harus kita simpan dan mana yang harus kita buang?. Dalam sudut pandang sederhana tentu tidak sulit untuk menentukan mana yang harus disimpan dan mana yang harus dibuang. Tentu saja yang harus dibuang adalah foto mantan pacar *ups.

Saya mengajak untuk berpikir lebih jauh dan melihat lebih luas lagi. Faktanya kita benar-benar tidak tahu apa yang benar-benar penting saat ini dan apa yang penting di masa mendatang. Usia peradaban manusia di muka bumi sudah mencapai ribuan tahun. Dan jika lihat kebelakang apa yang menjadi warisan dari zaman prasejarah kepada kita terkadang sesuatu yang mungkin pada zaman dahulu tidak dianggap penting. Misalnya kita menemukan sebuah gelang dari zaman purba, dari gelang tersebut kita bisa merekonstruksi sejarah. Bukan tidak mungkin apa yang kita anggap tidak penting saat ini juga akan menjadi penemuan yang sangat berharga di beberapa milenium selanjutnya. Mungkin gelang yang kita pakai sekarang, atau mungkin gaya selfi duck face yang kita lakukan sekarang akan menjadi penemuan yang sangata berharga di milenium yang akan datang. Tidak ada yang benar-benar tahu.

DNA sebagai penyimpanan data digital

Jika anda pernah menonton film Jurrasic Park dimana adari fosil seekor nyamuk purba diekstraksi DNA (materi genetik) dari berbagai macam dinosaurus. Dari DNA tersebut dilakukan kloning dan akhirnya berbagai jenis dinosaurus kembali hidup di masa sekarang. Meski tidak sama persis tetapi ide penggunaan DNA sebagai media penyimpanan data digital keurang lebih seperti yang diceritakkaan pada film tersebut.

Sekilas tentang DNA

DNA (deoxyribonucleic acid) merupakan materi genetik yang berupa urutan basa. Urutan basa ini merupakan kode yang menyimpan semua informasi tentang mahluk hidup. Bisa anda bayangkan seberapa banyak informasi tentang mahluk hidup. Dan itu semua disimpan dalam sebuah molekul yang berukuran mikroskopis (sangat kecil). Besar kecilnya molekul DNA ditentukan oleh berapa banyak pasangan basa yang dikandung oleh DNA tersebut. Selain sangat kecil sehingga tidak memerlukan tempat yang luas DNA juga sangat kuat. Banyak pengetahuan tentang zaman dinosaurus kita ketahui dari penemuan DNA dari zaman tersebut.

Struktur DNA
Struktur DNA

Urutan kode pada DNA adalah urutan dari basa penyusun DNA yaitu Adenine (A), Thymine (T), Cytosine (C), dan Guanine (G). Di dalam urutan A, T, C, dan G inilah terkandung semua informasi tentang mahluk hidup.

Kode Biner

Kode biner atau binary code adalah bagian paling sederhana dari sebuah data digital. Kode biner teridiri dari susunan angka 1 dan 0 yang akan diterjemahkan oleh komputer atau mesin. ukuran terkecil dari data adalah bit yang bisa berupa data 1 atau 0.

Berangkat dari dua pemahaman di atas yang mana DNA merupakan urutan kode yang bisa dibaca oleh tubuh dan kode biner adalah urutan kode yang bisa dibaca oleh komputer maka para ahli mulai memikirkan bagaimana cara untuk menggabungkan kedua jenis kode ini. Urutan kode pada DNA (A, T, G, dan C) akan diterjemahkan oleh mesin sebagai kode biner. A akan dibaca sebagai 00, T akan dibaca 01, G akan dibaca 10 dan C akan dibaca sebagai 11. Dengan begitu penyimpanan data digital menggunakan DNA sangat mungkin dilkakukan. Saat ini Microsoft bersama University of Washington sudah membuat alat yag bisa menyimpan data digital sebesar 1 GB kedalam DNA. Tentu saja alat tersebut masih dalam bentuk purwa rupa atau belum diproduksi secara massal dan harganya sudah pasti sangat tinggi. Namun bukan tidak mungkin beberapa tahun kedepan teknologi tersebut ada di kamar tidur kita. Karena kita tidak benar-benar tahu.

PS : Artikel ini sudah tersedia dalam versi podcast di spotify

Referensi

https://www.techopedia.com/definition/17052/binary-code

https://news.microsoft.com/innovation-stories/hello-data-dna-storage/

https://www.yourgenome.org/facts/what-is-dna

Leave a Reply