Memahami "Value" suatu barang atau jasa

value dari layanan Singapore Airline

Beberapa waktu lalu saya mendapatkan pelatihan tentang bagaimana melakukan consultative selling. Bagaimana kita menjual tanpa harus perang harga. Sangat menarik apalagi di jaman sekarang, perang harga adalah sesuatu yang cukup merepotkan salesperson. Saat ini kita dibanjiri produk dari China yang memang sangat murah. Nah poin yang menarik adalah konsep tentang bagaimana kita bisa menjual nilai atau value barang atau jasa yang kita jual.

Apakah value itu?

Awalnya cukup sulit bagi saya memahami konsep dari value ini. Saat itu saya diberi contoh value dari iPhone. Jika kita bandingkan dengan smartphone lain dengan harga yang sama maka kita bisa mendapatkan smartphone dengan spesifikasi yang lebih hebat. Tetapi yang terjadi orang sampai rela mengantri demi mendapatkan seri iPhone terbaru. Bagi sebagian orang tentu hal ini tidak masuk akal. Tapi tentunya orang yang rela antre tersebut punya alasan yang kuat. Pasti ada sesuatu yang lebih berharga daripada uang dan waktu sehingga beberapa orang rela mengorbankan itu untuk mendapatkan produk tertentu.

Saya pernah menggunakan iPhone sebagai ponsel saya. Dan saya memang ponsel ini mempunyai nilai atau value yang lebih dibandingkan dengan ponsel lain dengan harga yang sama. Nilai lebihnya di bidang layar, kemudahan menggunakan dan lain-lain.

Es Krim di atas pesawat

Kemudian saya diberikan contoh lain yaitu Singapore Airlines. Dan contoh ini tidak banyak membantu saya dalam memahami apa itu value, karena saya belum pernah naik Singapore Airlines. Sampai akhirnya bulan lalu saya berkesempatan untuk naik Singapore Airlines. Dan ya, memang layanan di Singapore Airlines punya nilai yang berbeda. Salah satunya adalah mereka menyajikan es krim di pesawat. Oke, ini mungkin sepele bagi sebagian orang. Tapi bagi saya bahkan saya tidak pernah terpikirkan untuk menikmati es krim di atas pesawat. Dan ternyata ini merupakan pengalaman yang menyenangkan.

Boleh jadi harga tiket Singapore Airlines lebih mahal dibandingkan maskapai lain. Tetapi semua itu jadi pantas ketika saya mendapatkan layanan yang bagus. Boleh jadi saya rugi secara uang, tetapi saya mendapatkan sesuatu yang tidak bisa dinilai dengan uang. Dan itulah apa yang disebut dengan value atau nilai.

Salam!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *