Idealisme vs Pragmatis

Jujur beberapa hari ini saya tuh lagi galau. Saya merasa sedang berada di persimpangan jalan antara tetap idealis atau menjadi pragmatis Jadi mikir lagi apakah saya akan tetap menulis untuk kebahagiaan batin saya atau menulis demi mengejar AdSense. Gaya banget ya saya, padahal baru pasang AdSense juga beberapa hari yang lalu hihi. Traffic di blog juga mentok segitu-gitu aja haha. Dan kegalauan saya semakin menjadi setelah saya nonton videonya Bang Raditya Dika dan Adriano Qolbi di YouTube. Silahkan tonton sendiri ya

Video yang bikin galau

Pasang AdSense = Pragmatis?

Awal-awal ngeblog saya beranggapan bahwa jika kita pasang AdSense dan sebagainya itu artinya kita pragmatis. Maksudnya akan sulit mempertahankan idealisme jika kita mengejar AdSense. Dan prinsip itu saya pegang dengan teguh selama kurang lebih 6 tahun. Dalam kurun waktu tersebut blog saya tumbuh cukup pesat walaupun tanpa sentuhan SEO (search engine optimisation). Saya fokus saja pada konten yang saya buat dan sisanya saya serahkan ke wordpress. Kemudian saya berpikir, kalau memang bisa di monetisasi sepertinya tidak ada salahnya juga. Mungkin dengan dimonetisasi saya lebih termotivasi untuk menghasilkan konten yang berkualitas. Dan ternyata saya mendapati diri saya justru lebih fokus ke SEO nya. Kekhawatiran saya pun terbukti. Saya mulai mencemaskan tentang keyword, keyword density, cost per click Dan lain-lain. Saya perlu berjalan kembali ke titik awal agar bisa melihat ini semua dengan lebih jernih. Yang saya butuhkan adalah keseimbangan antara konten dan trik SEO.

Konten juga strategi SEO

Tentu saja penulisan konten yang baik juga termasuk strategi dari SEO itu sendiri. Yang sering saya lupakan adalah bahwa segala sesuatunya itu butuh proses. Optimalisasi yang kita lakukan saat ini mungkin akan terlihat hasilnya setelah satu atau dua bulan kemudian. Jadi sebenarnya jika sekarang saya menuduh diri saya tidak bagus dalam menulis konten juga tidak fair karena sejatinya belum ada cukup data untuk mengatakan hal tersebut.

Nah kembali ke judul besar dari tulisan ini. Idealisme vs Pragmatis memang selalu menjadi perdebatan yang tidak ada habisnya. Dan untuk ukuran saya saat ini masih belum waktunya untuk meributkan hal tersebut. Yang perlu saya lakukan adalah bagaimana meningkatkan traffic ke blog ini dengan cara-cara yang bisa ditempuh. Bagaimana dengan anda?.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *