Hellofest 13

Pertama dan terakhir kalinya saya nonton Hellofest ketika Pre-Event di tahun 2013. Dan akhirnya tahun ini kembali bisa hadir di event Hellofest lagi. Datang ke acara Hellofest 13 kali ini juga terasa istimewa karena saya datang bersama istri dan anak saya. Terus terang saya dan istri saya mempunyai kenangan manis dengan event Hellofest ini. Saat pertama kali menonton saya belum lama pacaran dengan istri saya hehe.

Hellofest? apa ya?

Suasana talkshow hellofest 13 2019
Seminar Hellofest 13

Mungkin masih banyak yang belum tahu sebenarnya event apakah Hellofest itu?. Jadi Hellofest ini merupakan event yang diadakan setiap tahun oleh Hellofest Academy. Merupakan acara festival film animasi dan film pendek. Hellofest pernah booming di sekitar tahun 2012-2013 kalau saya tidak salah. Event-nya tidak hanya dimeriahkan oleh penampilan karya dari para pembuat film tetapi juga penampilan cosplay dan pasar seni. Pokoknya seru haha. Jujur sedih karena sekarang acaranya tidak semeriah dulu saya tetap berbahagia karena event ini masih eksis di era yang serba digital. Bahkan seharusnya di zaman sekarang ini acara semacam Hellofest ini semakin sering diadakan.

Merawat budaya Indonesia di Hellofest 13

Event Hellofest tahun ini secara kualitas sih masih bagus. Energi yang sama dengan pelaksanaan tahun 2013. Saya sendiri tidak bisa mengikuti seluruh jalannya acara karena si Anak bayi sudah mulai pengen explore kemana-mana.

Saya mengikuti seminar tentang bagaimana mengembangkan karakter lokal. Hadir sebagai pembicara Christ Lie dari Caravan Studio dan Irmansyah Lubis (Project Manager) dari Bumilangit. Mereka berbagi tentang bagaimana mengembangkan karakter lokal. Dan satu fakta yang saya ambil dari seminar ini adalah bahwa karakter lokal bukanlah karakter dengan pakaian adat daerah. Tetapi bisa diartikan lebih luas lagi seperti kebiasaan-kebiasaan lokal yang dimasukkan kedalam karya dengan porsi yang tepat. Menarik sekali bukan. Selama ini secara tidak sadar saat berfoto kita mengacungkan dua jari, yang mana hal tersebut dipengaruhi karakter Jepang yang kita temui baik di komik maupun di anime. Dan masih banyak lagi contoh yang lain.

Kebudayaan memang banyak wujudnya, dan pakaian adat adalah salah satunya. Tantangan saat ini menurut saya adalah bagaimana merawat kebudayaan agar tetap relevan dengan tuntutan zaman yang sudah berbeda. Ini penting dan tanggung jawab kita semua.

Nonton Hellofest bareng keluarga

Perlindungan Hak Cipta

Pada Hallofest kali ini saya juga belajar bahwa perlindungan hak cipta di Indonesia masih menjadi masalah yang pelik. Ini juga menjadi penghambat bagi para seniman untuk menghasilkan karya yang berkualitas. Mas Irmansyah dari Bumi langit bercerita bagaimana Bumilangit berjuang untuk mendaftarkan perlindungan hak cipta. Dengan teknologi akan mempermudah untuk melakukkan perlindungan hak cipta.

Sebagai penikmat saya sangat berbahagia dan berharap semoga diberi kesempatan untuk menyaksikan lagi event Hellofest selanjutnya. Salam!

Tinggalkan komentar