Ketika Elang Tak Lagi Terbang Bebas

Aku ingin terbang tinggi seperti elang (Elang By Dewa 19)

Potongan lagu di atas saya ambil dari lagu yang berjudul Elang yang dipopulerkan oleh Dewa 19. Elang memang diidentikkan dengan kebeasan. Elang juga dengan gagah berani bertengger sebagai lmabang suatu negara (lihat lambang negara Amerika Serikat dan Indonesia). Analogi elang dengan kebebasan memang tidak berlebihan. Elang memang bisa dibilang hewan yang sangat bebas. Sebagai Top Predator, secara teknis tidak ada yang bisa mengalahkan elang. Tidak Hanya itu Elang memiliki kemampuan terbang yang unik yang disebut soaring. Soaring adalah aktifitas terbang melayang yang dilakukan elang dengan memanfaatkan energi panas bumi. Benar-benar cara terbang yang luar biasa efektif.

Continue reading

Secercah Harapan Untuk KOMODO

Apakah Komodo tidak akan terusik dengan kehadiran para turis di habitat mereka? Apakah mereka akan tetap merasa nyaman?

Indonesia Komodo Dragon AttackKomodo (Varanus komodoensis) akhir-akhir ini memang ramai dibicarakan. Hal ini terkait keikutsertaan komodo dalam ajang pemilihan The New 7 Wonder. Bangsa Indonesia tentu sangat bangga akan hal tersebut. Semua orang dengan caranya masing-masing memberikan dukungan kepada Komodo. Yang paling mudah tentunya dengan mengirimkan SMS KOMODO 9818.

Tetapi yang ingin saya soroti bukan tentang besarnya dukungan dan optimisme rakyat Indonesia akan hal ini. Beberapa hari lalu melalui jejaring sosial Facebook saya terlibat diskusi yang cukup menarik. Status dari teman saya yang mengajak untuk mengirimkan sms dukungan untuk Komodo mendapat respon yang menurut saya menarik. Intinya ada yang menanyakan bagaimana keadaan Komodo seandainya nanti terpilih menjadi The New 7 Wonder. Apakah Komodo akan tetap nyaman setelah Pulau Komodo menjadi tujuan wisata? Bagaimana dari segi ekologisnya?. Sangat menarik, diantara maraknya dukungan kepada Komodo ternyata ada yang menyangsikan hal itu.

Continue reading

Karena kita adalah bagian dari Bumi

Beberapa hari yang lalu saya terlibat dalam sebuah diskusi yang cukup seru di rumah kontrakan saya. Memang sudah menjadi tradisi kami untuk mengkritisi semua hal yang kami anggap baru. Yang menjadikan diskusi kami selalu menarik ialah karena rumah kontrakan kami dihuni oleh enam orang dari enam fakultas yang berbeda. Jadi setidaknya ada enam sudut pandang keilmuan yang berbeda, walaupun kami terkadang belum benar-benar paham tentang masalah yang dibicarakan. Malam itu kami berbicara masalah kampanye perlindungan terhadap orang utan yang akhir-akhir ini kembali marak di social media. Satu pertanyaan yang saya dengar malam itu adalah “seberapa penting sih keanekaragaman hayati bagi kita?’”.

Tidak semua orang mengerti pentingnya keanekaragaman hayati. Mungkin saat ini orang-orang yang tidak peduli terhadap keanekaragaman hayati termasuk orang yang tidak paham tentang keanekaragaman hayati itu sendiri. Walaupun ada juga orang yang paham tetapi tidak peduli. Keanekaragaman hayati sangat penting bagi kita. Bumi dapat diibaratkan menjadi sebuah kesatuan. Atau sebuah tubuh. Semua yang ada di bumi ini saling berkaitan. Tentunya termasuk kita umat manusia. Seperti halnya tubuh manusia. Ketika ada suatu bagian yang terganggu maka bagian lain akan ikut merasakan efeknya. Begitu juga dengan bumi kita ini. Satu komponen saja dari bumi ini ada yang berubah maka akan menimbulkan efek terhadap komponen bumi yang lain.

Saya mengutip dari situs WWF yang menganalogikan bumi sebagai sebuah mesin. Terdiri dari roda, gerigi, dan lain-lain. Seperti halnya mesin yang selalu dinamis bumi juga demikian. Adanya perubahan yang terjadi pada bagian bumi, katakanlah suatu spesies tertentu maka akan dikompensasi oleh komponen yang lain. Di sekolah dasar kita diajarkan tentang keseimbangan antara mangsa dan predator. Jadi bumi punya mekanisme sendiri dalam mengatasi perubahan yang terjadi. Namun bumi juga mempunyai batas tertentu dalam menyeimbangkan keadaan. Seperti pegas yang kita tarik terlalu kuat maka pada suatu titik tertentu akan kehilangan gaya pegasnya. Itulah yang terjadi pada bumi kita saat ini. Kita telah sampai pada suatu keadaan yang tidak bisa diseimbangkan kembali oleh bumi.

Sudah saatnya kita sadar akan hal ini. Jika saya ditanya mengapa keanekaragaman hayati itu penting bagi manusia karena manusia adalah bagian dari bumi itu snediri. Bagian yang akan turut merasakan sakit apabila bagian lainnya sakit.

Selamatkan Bumi Kita!

Sumber bacaan

Situs WWF