Take for Granted

Pertama kali saya mendengar idiom ini dari dosen saya di kampus. Dan saat ini xsang dosen tersebut sudah almarhum (Al-Fatihah untuk Bapak). Beliau adalah dosen yang terkenal baik hati di kalangan mahasiswa. Tidak pernah beliau marah secara meledak-ledak terhadap mahasiswanya. Suatu ketika saat beliau memberikan kuliah banyak dari kami yang kurang memperhatikan, bahkan beberapa ada yang bercanda. Akhirnya kami ditegur oleh beliau. Dan seperti biasa kami dinasehati oleh beliau. Dan beliau mengatakan, “kalian jangan jadi orang yang seperti itu (bercanda dan tidak menghargai orang lain), kalian jangan take for granted“. Terus terang saat itu saya belum mengetahui arti dari take for granted. Tetapi entah mengapa idiom ini seakan menempel di otak saya. Setelah kuliah tersebut selesai saya mencoba mencari arti dari idiom tersebut di internet. Tetapi seperti yang kita ketahui bersama bahwa idiom berbeda dengan kosa kata. Idiom diartikan berdasarkan konteks. Jadi butuh pemahaman yang utuh.

Seiring berjalannya waktu saya akhirnya mengerti apa arti dari take for granted. Artinya adalah gagal menghargai sesuatu yang sangat bernilai. Dalam konteks dosen saya yang marah penjelasannya adalah seperti ini: memang benar bahwa mahasiswa sudah membayar uang kuliah dan dosen mempunyai pekerjaan mengajar/ memberikan informasi kepada mahasiswa. Sepintas terlihat seperti proses transaksi sederhana. Tetapi kita tidak boleh menganggap sepele hal tersebut. Kita harus pikirkan bagaimana perasaan dosen tersebut yang sudah mempersiapkan kelas dengan sungguh-sungguh. Inilah yang dimaksud take for granted.

Sumber: Pinterest.com

Maksud yang lain dari take for granted adalah membenarkan sesuatu yang sebenarnya salah hanya karena banyak orang yang melakukannya. Padahal salah ya tetap salah dan benar akan tetap benar. Contoh yang sering saya temui adalah menerobos lampu merah. Orang-orang take for granted melakukan hal tersebut.

Saya memang sengaja membahas idiom ini karena akhir-akhir ini saya sering menggunakan idiom ini. Entah mengapa akhir-akhir ini saya sering menemukan contoh dari idiom ini di sekitar saya. Salah satunya yang paling ekstrem adalah peristiwa banjir di awal tahun 2020. Orang-orang take for granted membuang sampah ke sungai, membangun gedung tanpa memperhitungkan dampaknya terhadap lingkungan, merusak hutan hingga akhirnya terkadang orang lain yang harus menanggung akibat dari perbuatan kita. Kepada orang yang tidak terdampak “please don’t take that for granted”.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *