Takut salah ngomong

Pernah mengalami writer block? itulah yang saya alami sekarang. Kalau dulu setiap hari bisa update blog. Malahan saya sempat punya stok tulisan untuk dipost di blog. Sampai bisa bikin scheduled post. Tapi sepertinya masa-masa kejayaan ngeblog saya ecieeeh kejayaan haha sudah lewat. Kemudian saya mikir, apa ya kira-kira penyebab utama writer block yang saya alami. Saya merenung, mencoba memikirkan alasannya. Saya juga baca beberapa artikel tentang writer block dan bagaimana mengatasinya. Nah hasil dari perenungan saya bahwa saya mengalami writer block karena saya takut salah ngomong. Pepatah mulutmu adalah harimau mu memang benar dan sangat relevan dengan kondisi saat ini. Ketika ingin menulis tentang suatu hal yang agak sensitif saya jadi berpikir berulang kali. Apalagi zaman sekarang kita harus berhadapan dengan para netizen yang maha benar hehe Kalau belum siap jadi terkenal mending urungkan saja menulis hal-hal sensiitif. Memang seperti itulah konsekuensinya menjadi orang dewasa, ada masalah perut dan periuk yang harus dipikirkan juga. Lalu apa solusinya? ya mau ga mau saya harus belajar menulis mengenai hal-hal yang netral saja. Alasan lainnya yang menurut saya masuk akal adalah karena saya berhenti main twitter hampir 3 tahun belakangan ini. Kenapa twitter, karena twitter sendiri adalah platform microblogging, jadi bisa diibaratkan sebagai media untuk menguji materi yang akan kita tuangkan di blog. Banyak informasi yang bisa kita dapatkan dari twitter. Menulis dan membaca harus seimbang, apa yang kita tulis secara tidak langsung menggambarkan apa yang kita baca. Nah bagaimana dengan anda? Sudahkah anda menemukan solusi dari writer block yang anda alami?

Cashless?

Apakah kita sudah berada di cashless era? Sebenarnya ini bukal hal baru sih tapi tetap saja menarik buat dibahas. Oh iya, baca juga tulisan saya sebelumnya ya di Welcome to cashless era. Jadi gini, cashless atau electronic payment atau apalah (sebenernya saya juga ga tahu bedanya apa hehe) menurut saya sudah sampai di level yang berbeda. Gampangnya dari zaman tap-tap an (teknologi NFC) sekarang masuk ke zaman scan-scan gitu haha. Banyak sih sebenernya applikasi electronic payment  tapi yang paling sering saya pakai adalah GO-PAY dan OVO. Nah saya mau share pengalaman setelah saya pakai dua aplikasi ini.

GO-PAY

GO-PAY ini punyanya GO-JEK, awalnya cuma bisa dipakai untuk bayar ojek, beli makanan pulsa dll, nah sekarang bisa dipakai untuk bayar yang lain layaknya fungsi uang fisik. Nah saya nyobain beli buku di Gramedia pakai GO-PAY. Caranya tinggal bilang ke kasir mau bayar pakai GO-PAY, nanti kasir akan mencetak QR code untuk pembayaran. Setelah kita scan QR code nya kita tinggal klik OK dan saldo GO-PAY kita akan berkurang sejumlah harga barang yang kita beli

 

Continue reading