M-banking bikin boros?

Saya hampir tidak percaya di jaman sekarang masih aja ada yang tidak punya m-banking bahkan di kalangan rekan kerja saya di kantor. Alasannya sederhana, m-banking bikin boros. Pengeluaran jadi tidak terkontrol karena sering khilaf belanja online. Ada benarnya sih, tapi yang menurut saya dengan teknologi yang ada saat ini sudah banyak sekali kemudahan yang ditawarkan m-banking. Banyak sekali kebutuhan kita (terutama yang bayar2) yang bisa dipenuhi oleh m-banking.

Continue reading

Expenses Tracker

Saya termasuk dalam jenis orang yang kalau belanja suka kalap tapi menyesal kemudian. Nah, maka dari itu saya cari cara agar pengeluaran saya bisa terkontrol. Dulu waktu saya masih kuliah saya sempat mencatat semua pengeluaran saya setiap bulan. Dengan begitu saya jadi tahu saya harus berhemat di bagian mana. Cukup efektif tapi tidak praktis karena saya harus mencatat dulu di catatan kecil, lalu setelah itu saya pindahkan ke Microsoft Excel. Ribet dan gengsi juga sih bawa catatan seperti itu haha.

Continue reading

Bikin Prakarya di Tokopedia Makerfest Surabaya

Saya tuh senang bikin prakarya, senang bukan berarti mahir ya hehe. Jelas keduanya merupakan hal yang berbeda. Mungkin darah dari mama saya yang memang seorang penjahit baju. Salah satu prakarya favorit saya adalah membuat paper craft. Dulu saya pernah membuat topeng Ironman lho hehe, silahkan baca cerita lengkap nya disini Tapi sekarang saya sudah jarang membuat prakarya seperti itu. Karena untuk membuat prakarya seperti itu membutuhkan waktu yang tidak sebentar. Nah akhirnya kerinduan saya membuat paper craft terobati saat saya datang ke acara Makerfest dari Tokopedia. Saya ikut yang di Surabaya karena emang lagi ada kerjaan di Surabaya. Di event ini saya berkesempatan membuat paper craft berbentuk topeng Godzilla/ T-rex. Sebenarnya ada dua pilihan, pilihan yang lain adalah topeng 🦉, tapi saya pilih yang Godzilla hehe.

Continue reading

Takut salah ngomong

Pernah mengalami writer block? itulah yang saya alami sekarang. Kalau dulu setiap hari bisa update blog. Malahan saya sempat punya stok tulisan untuk dipost di blog. Sampai bisa bikin scheduled post. Tapi sepertinya masa-masa kejayaan ngeblog saya ecieeeh kejayaan haha sudah lewat. Kemudian saya mikir, apa ya kira-kira penyebab utama writer block yang saya alami. Saya merenung, mencoba memikirkan alasannya. Saya juga baca beberapa artikel tentang writer block dan bagaimana mengatasinya. Nah hasil dari perenungan saya bahwa saya mengalami writer block karena saya takut salah ngomong. Pepatah mulutmu adalah harimau mu memang benar dan sangat relevan dengan kondisi saat ini. Ketika ingin menulis tentang suatu hal yang agak sensitif saya jadi berpikir berulang kali. Apalagi zaman sekarang kita harus berhadapan dengan para netizen yang maha benar hehe Kalau belum siap jadi terkenal mending urungkan saja menulis hal-hal sensiitif. Memang seperti itulah konsekuensinya menjadi orang dewasa, ada masalah perut dan periuk yang harus dipikirkan juga. Lalu apa solusinya? ya mau ga mau saya harus belajar menulis mengenai hal-hal yang netral saja. Alasan lainnya yang menurut saya masuk akal adalah karena saya berhenti main twitter hampir 3 tahun belakangan ini. Kenapa twitter, karena twitter sendiri adalah platform microblogging, jadi bisa diibaratkan sebagai media untuk menguji materi yang akan kita tuangkan di blog. Banyak informasi yang bisa kita dapatkan dari twitter. Menulis dan membaca harus seimbang, apa yang kita tulis secara tidak langsung menggambarkan apa yang kita baca. Nah bagaimana dengan anda? Sudahkah anda menemukan solusi dari writer block yang anda alami?

Cashless?

Apakah kita sudah berada di cashless era? Sebenarnya ini bukal hal baru sih tapi tetap saja menarik buat dibahas. Oh iya, baca juga tulisan saya sebelumnya ya di Welcome to cashless era. Jadi gini, cashless atau electronic payment atau apalah (sebenernya saya juga ga tahu bedanya apa hehe) menurut saya sudah sampai di level yang berbeda. Gampangnya dari zaman tap-tap an (teknologi NFC) sekarang masuk ke zaman scan-scan gitu haha. Banyak sih sebenernya applikasi electronic payment  tapi yang paling sering saya pakai adalah GO-PAY dan OVO. Nah saya mau share pengalaman setelah saya pakai dua aplikasi ini.

GO-PAY

GO-PAY ini punyanya GO-JEK, awalnya cuma bisa dipakai untuk bayar ojek, beli makanan pulsa dll, nah sekarang bisa dipakai untuk bayar yang lain layaknya fungsi uang fisik. Nah saya nyobain beli buku di Gramedia pakai GO-PAY. Caranya tinggal bilang ke kasir mau bayar pakai GO-PAY, nanti kasir akan mencetak QR code untuk pembayaran. Setelah kita scan QR code nya kita tinggal klik OK dan saldo GO-PAY kita akan berkurang sejumlah harga barang yang kita beli

 

Continue reading

Lesson of ramadhan

Meskipun saya sudah berniat membuat tulisan tentang Ramadhan tahun ini, tapi saya sempat bingung ingin seperti apa menulisnya. Sempat terpikir untuk membuat judul ala clickbait “Puasa 17 jam!” tapi saya urungkan. Akhirnya setelah blog walking ke blog nya Mas Bo saya jadi terinsprasi memberi judul Lesson of Ramadhan hehe. Bagi saya semua bulan ramadhan yang saya lalui punya kesannya masing-masing, tetapi ramadhan kali ini meberikan kesan lebih bagi saya karena untuk pertama kalinya saya menjalani ibadah puasa di negeri orang. Dan untuk pertama kalinya saya melaksanakan ibadah puasa di musim panas.

Continue reading

Enjoy “Madier (吗迭尔)” Ice Cream in Harbin

If you have chance to visit Harbin city you must try Madier ice cream or in Chinese 吗迭尔冰淇淋. Madier itself is derived from word Modern in English. This popsicle ice cream is very famous in Harbin. It’s have two flavours, Vanilla and Coffe. I like the Vanilla. The ice cream is not to sweet and have dominant milk flavour.  Actually you can find this ice cream at the city crowd in Harbin, but the iconic stall is placed in Zhongyang Street. You can get this historic and delicious ice cream only with 5 RMB. In my opinion not only the taste of the ice cream, but also the ambient of Zhongyang street that makes the ice cream even better. If you want taste the Madier ice cream better, i suggest you to eat the ice cream in winter. I don’t know why but i think ice cream become more delicious. I’ll write another post about Zhongyang street, just put enjoying Madier ice cream on your to do list when you visit Harbin City. See you!

Madier Ice Cream

Madier Ice Cream